July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Cekcok pasangan suami istri di Biaro Gadang, Agam berujung maut. Sang istri tewas ditusuk sebanyak 13 kali oleh suaminya sendiri

3 min read
“Saya khilaf, saya tidak sadar diri, bercampur sakit hati dicaci maki oleh korban dan dilarang menemui anak. Saya menyesal”.
TKP penganiayaan suami terhadap istri yang berujung kematian di Jorong Ranah Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kabupaten Agam, Kamis (25/11).

Beritaagam.com-Agam, Warga Jorong Ranah Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dikejutkan dengan peristiwa cekcok pasangan suami istri yang berujung hilangnya nyawa sang istri.

Kejadian bermula ketika seorang warga setempat mengatakan ia pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat melakukan lari pagi di sekitar lokasi kejadian yang merupakan sebuah rumah dengan pabrik tahu.

“Saya sedang lari pagi sekitar pukul 06.00 WIB, tiba-tiba datang sambil berteriak dan menangis anak korban yang berusia enam tahunan meminta pertolongan pada saya,” kata Silvi, selaku warga setempat di Agam.

Ia kemudian melihat korban berinisial S (25) berusaha keluar rumah dan meminta tolong dengan memegang bagian leher yang terluka dan tubuh berdarah diduga akibat tertusuk.

Silvi mengaku bahwa ia kenal dengan korban karena rumahnya tidak jauh dari tempat korban, ia juga memberitahu bahwasanya korban memang ada masalah rumah tangga dengan suaminya.

Menurutnya dan beberapa warga lain, suami korban juga bekerja di pabrik tahu tempat kejadian dan merupakan suami kedua dari korban.

“Setahu kami, suaminya sudah dua bulan tidak pulang ke rumah, bahkan saya sempat berpapasan dengannya setelah kejadian,” tambah Silvi.

Tim Inafis Polres Bukittinggi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan Olah-TKP hingga kemudian korban diketahui meninggal dunia karena kehabisan darah saat dilarikan ke rumah sakit.

Setelah melakukan pencarian dan pengejaran oleh Satreskrim Polres Bukittinggi terhadap tersangka pelaku yang kabur, diketahui kejadian tersebut terjadi karena sang suami (pelaku) sakit hati dilarang menemui anaknya oleh korban yang merupakan istrinya sendiri.

Hal itu diungkapkan pelaku dalam pemeriksaan di Polres Bukittinggi setelah menyerahkan dirinya ke pihak berwajib di Tanah Datar sesudah melakukan aksi sadis menikam korban sebanyak 13 kali dengan tiga buah pisau.

Pelaku penganiayaan saat diperiksa di Polres Bukittinggi.

“Saya khilaf, saya tidak sadar diri, bercampur sakit hati dicaci maki oleh korban dan dilarang menemui anak. Saya menyesal,” kata pelaku yang berinisial A (28) pada pernyataannya di Polres Bukittinggi, Kamis (25/11).

Pelaku juga menyebutkan bahwa sebelumnya ia sudah memiliki masalah keluarga dengan korban S (25) setelah lima tahun berkeluarga dan menjadi suami kedua korban.

“Meski belum resmi cerai, kami sudah pisah lebih dua bulan. Beberapa hari ini saya baru datang kembali ke sini dan kangen anak, tapi dilarang bertemu. Saya akhirnya nekat datang ke rumah dan memeluk anak saya tapi kemudian dicaci maki oleh korban,” kata pelaku yang juga diketahui berasal dari Sijunjung.

Kanit III Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Tiara mengatakan pelaku sempat berusaha kabur hingga ke Puncak Pato setelah melakukan aksinya.

“Menurut pengakuannya, ia bingung dan tak tentu arah setelah melakukan penganiayaan terhadap istri sendiri hingga menyebabkan korban meninggal, pelaku menyerahkan diri ke salah satu Polsek di Tanah Datar dan segera kita tangkap,” kata Ipda Tiara.

Ipda Tiara menyebut, ada tiga pisau yang dijadikan barang bukti dalam kejadian tersebut yang juga membuat heboh warga di Jorong Batang Buo tersebut.

“Kami berhasil menemukan tiga buah pisau yang biasa dipakai untuk memotong tahu dan keperluan dapur, karena rumah korban sekaligus menjadi tempat pabrik produksi tahu di daerah setempat,” jelas Ipda Tiara.

Ia juga menambahkan, kasus ini akan ditindaklanjuti dengan otopsi jenazah korban, dan pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 3 tentang KDRT dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman 15 tahun hukuman penjara atas perbuatannya tersebut.  (MRA)

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com