July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Cerita Bersambung: Jarak Sebab Ambigu #3

2 min read

***

Hari yang ditunggu-tunggu hadir menyapa, ulang tahun Naja. Arza telah menyiapkan sebuah kado spesial untuk sang pujaan hati. Ulang tahun naja pada tahun ini bertepatan dengan salah satu jadwal latihan organisasi ‘sebuah nada.’

Awalnya, Arza berniat memberikan hadiah itu saat setelah selesai latihan. Namun sayang, keadaan tidak berpihak kepada Arza. Hari ini Naja libur latihan. Arza sedikit kecewa, namun tidak menyurutkan semangat gadis itu. Arza berniat mendangi rumah Naja sepulang latihan.

       Tuk … tuk

     “Loh, Arza. Ada apa malam-malam ke sini? Mau cari Naja ya nak?” sapa seorang wanita paruh baya saat membuka pintu. Suara khas itu tidak asing lagi ditelinga Arza, dia adalah Bunda Naja.

“Iya, Tante. Kak Najanya ada?” tanya Arza dengan sopan.

       “Ada, Nak. Lansung masuk aja ya! Naja ada di kamarnya”

“Oh yaudah Tante. Aku masuk ya Tante. Permisi,” ujar Arza menunjukkan senyum ramahnya dan berlalu.

Mungkin hari ini bukanlah hari keberuntungan Arza. Ada seorang gadis cantik berkulit putih, berhidung mancung dan tinggi semampai yang tengah belajar gitar bersama Naja. Mereka terlihat begitu dekat, sangat dekat. Arza hanya memperhatikan dari luar pintu kamar. Tidak tahan dengan apa yang disaksikannya, Arza sontak meninggalkan kamar Naja dangan terburu-buru sambil sesekali menyeka air mata.

“Loh, Arza? Kamu udah ketemu sama Naja?” tanya Bunda Naja dibalas dengan senyuman nanar gadis itu.

“Aku cuma mau ngasih ini aja kok Tante. Tolong kasihin sama Kak Naja ya Tante. Aku mau pulang dulu,” ujar Arza sambil memberikan kotak hadiah itu kemudian mencium tangan wanita paruh banya tersebut dan berlalu.

Setelah beberapa waktu, Naja keluar dari kamarnya hendak mengambil minum. Ia terkejut dan penasaran dengan kotak yang berada di samping wanita paruh baya yang dipanggilnya Bunda itu.

“Itu apa Bun?”

“Oh ini dari Arza Ja katanya buat kamu, tadi Bunda mau kasih tapi takut ganggu kamu,” sahut wanita paruh itu yang masih berkutat dengan majalah yang ada dihadapannya.

“Oh yaudah. Aku bawa ya Bun?” lontar Naja yang dibalas dengann anggukan lembut sang Bunda.

 Naja menenteng kotak itu ke dalam kamarnya dan tidak sabar ingin membukanya.

“Ja, aku belum bisa nih. Ajarin lagi!” pinta gadis cantik berkulit putih. Tanpa membuka kado tersebut, Naja kembali berkutat mengajari gadis itu bermain gitar.

Arza menangis sepanjang perjalanan pulang. Ia menangis sepenajang malam dan akhirnya tertidur karena terlalu lama menangis. Esok harinya Arza bangun lebih awal untuk mengemas semua barang-barangnya lalu berangkat ke Medan ke tempat sang Kakak berada. Ia bergegas pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada siapapun. Ia hanya mengirim pesan singkat kepada sang sahabat dan pelatih musiknya, Zacky.

“Gue bakalan pergi kok Kak. Gue gak akan ganggu hidup lu lagi!” gumam Arza lirih sepanjang perjalanan.
***

Bersambung….
Nantikan lanjutannya hari Sabtu minggu depan ya…terimakasih 🙂

***
Penulis: Lidia Pratama Febrian
Siswi SMAN 1 Tj. Mutiara, Agam
Juara 1 Lomba Puisi Nasional Berjudul “Ayah”

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com