July 3, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Cerita Lain Dibalik Debat Pilkada Agam Putaran I

4 min read

Beritaagam.com-Kota Padang, Debat pilkada putaran pertama kabupaten Agam telah usai beberapa waktu yang lalu, empat pasangan calon Bupati dan wakil Bupati berlaga memaparkan keunggulan dari banyak sisi untuk cita-cita membangun Kabupaten agraris yang sebagian besar ekonomi penduduknya bergantung pada sektor pertanian ini, debat itu dilaksanakan di Studio Padang TV, Lubuk Buaya, Kamis (12/11).

Namun bukan hal itu yang akan penulis ceritakan lebih jauh, bukan apa yang terjadi didepan layar namun apa yang terjadi dibalik layar, khususnya kisah calon Bupati dengan nomor urut 4, Bapak Dr. H. Andri Warman, MM., atau yang biasa dipanggil dengan sebutan populer pak AWR.

Awalnya saya secara pribadi tidak begitu mengenal sosok pak Andri Warman, hanya sekedar mendengar saja bahwa beliau adalah anggota dewan Provinsi Sumbar yang tak pernah ambil gaji untuk pribadi tapi selalu diberikan ke Masyarakat, calon Bupati Agam, pengusaha sukses angkutan transportasi darat yang diberi nama sesuai namanya: AWR. Namun karena kebetulan di ajak mamak ke Padang TV, maka saya pun ikut serta dalam rombongan yang menemui pak Andri Warman dalam ruang tunggu Padang TV malam itu.

Di dalam ruang tunggu itu, Pak Andri Warman duluan sampai kemudian langsung di touch up oleh penata rias dari Padang TV agar good looking di depan layar kaca, semua paslon juga demikian, selesai itu pak AWR makan nasi kotak yang disediakan sambil di temani oleh beberapa orang staff beliau, didalam ruangan itu saya banyak memperhatikan saja sambil sekali-sekali ikut melempar tawa ketika pak AWR menebar guyonan sederhana sebagaimana khas nya beliau yang suka guyon dan paling pandai membuat suasana cair.

Disela itu saya sempat bertanya “Pak Haji, bagaimana persiapan untuk di panggung nanti, Pak Haji? insya Allah sudah ready ya?”.Beliau dengan tenangnya menjawab “Pak Zul, kita serahkan segalanya pada Allah SWT, yang jelas ikhtiar kita ini niatnya baik yakni Fastabiqul Khoirot untuk dunsanak kita di Agam.” Saya jawabnya singkat “Insya Alah Pak Haji, Amin”.

Tak habis dengan pertanyaan pertama, saya kembali lanjutnya pertanyaan kedua sambil kasih sedikit saran “Pak Haji, tetap semangat kan? nanti tidak usah tegang, bawa santai aja pak haji”. Beliau mendengar itu malah tertawa seraya menjawab lagi “Saya ini sudah malang melintang dalam hal debat ini pak zul, baik di wilayah akademik maupun diluar itu, apapun kondisinya nanti kita jangan pernah menyerang orang apalagi pribadinya, jangan sampai manggaduah orang apalagi menyampaikan yang bukan-bukan, semuanya orang baik dan kita kasih contoh yang baik pada masyarakat kita, yang pasti itu pak zul, insya Allah saya tenang dan tidak akan manggaduah orang lain, bukan tipe saya seperti itu”. Mendengar jawaban beliau, saya seakan habis pertanyaan, tidak saya lanjutkan lagi bertanya, kenapa? karena biasanya dibanyak kejadian debat itu sebetulnya jadi panggung mengarahkan telunjuk, tapi pak Andri Warman tidak demikian, tidak ingin debat menjadi ajang kontraproduktif.

Baca juga: Dr. Andri Warman-Irwan Fikri, SH Terima Dukungan Dari Pengurus Nasional Rumah Sandiaga Uno

Baca Juga: Debat Pilkada Agam, Pasangan Andri Warman-Irwan Fikri Tampil Unggul dan Memukau

Tak berselang lama kemudian datanglah pak Irwan Fikri, calon wakil Bupati, hanya duduk beberapa menit lalu datanglah penata rias untuk memberi sedikit touch up untuk pak Irwan Fikri, Ketika Pak Irwan Fikri sibuk dengan penata rias, Pak Andri Warman yang duduk di sebelah langsung berdiri dan meraih kotak nasi yang dihabiskannya tadi, dan tiba-tiba membawanya ke sudut ruangan bersama dengan sisa botol yang lain milik beliau, sehingga meja jadi kelihatan lebih lapang.

Momen itu saya saksikan sendiri dan saya coba mengabadikan melalui jepretan kamera Handphone, saya jadi berbisik sendiri bagaimana mungkin orang sekaliber pak Andri Warman yang punya tiga staff disebelahnya dan didepan beberapa pasangan mata yang memperhatikan, malah dengan entengnya untuk melakukan serangkaian momen tadi, padahal ia bisa saja menyuruh staff nya untuk membersihkan meja dan mengumpulkan sisa-sisa kotak dan botol ke tempat sampah.

Mungkin beliau punya alasan sendiri namun saya menangkap makna lain, begitulah Pak Andri Warman dengan segala kesederhanaan sosoknya, meliau memiliki kesadaran tinggi dan punya karakter melayani sekitar, itu tentunya tidak datang tiba-tiba, sudah pasti merupakan hasil panjang dari kebiasaan beliau yang kemudian menjelma jadi sebuah karakter. Pak Andri Warman adalah kita masyarakat Agam, tumbuh dengan lingkungan yang mengedepankan raso jo pareso, dan tidak merasa super power didepan yang lain, bahasanya yang merakyat dan tuturnya yang santun.

Rangkaian kejadian diatas bagi sebagian orang mungkin adalah hal yang sederhana, tapi banyak juga diantara kita yang masih abai dan tidak mampu memaknai pentingnya hal tersebut, karakter merangkul dan melayani, saya jadi ingat bagaimana pendidikan di Negara Jepang yang maju itu mengutamakan pembentukan karakter bagi masyarakatnya, dari karakter itulah nanti mereka mendapatkan SDM yang unggul dan mampu mencapai kemajuan yang luar biasa dalam segala lini. Mudah-mudahan pemimpin Kabupaten Agam kedepan juga bisa menjadi tauladan untuk penanaman dan penguatan karakter ini agar mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas berdasarkan nilai-nilai lokal seperti Agama, dan Adat Budaya, seperti mana visi-misi Pak Andri Warman paslon-Irwan Fikri di panggung debat malam itu.

Zulfadli
Pembina Indonesian Future Leader (IFL)
Anak Nagari di Kec. Tanjung Mutiara, Agam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com