July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Dampak Perkembangan Teknologi Pada Privasi

3 min read

Muhammad Ridho Aulia
Mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ)
Universitas Bung Hatta

Teknologi semakin lama semakin canggih, dan itu berdampak pada privasi. Semakin canggihnya teknologi, tentu bisa saja kita melakukan apa saja dengan lebih mudah. Termasuk melanggar privasi.

Contoh teknologi google glass yg bisa rekam dan ambil foto hanya dengan mengedipkan mata, itu orang mana tau kalau dia sedang direkam pake google glass.

Contoh satu lagi yang juga saya sendiri agak bertanya-tanya. Kita upload data-data pribadi kita ke sebuah layanan demi manfaat tertentu, itu setelah data kita upload dan kalaupun layanan tersebut bilang privasi aman, bahkan juga menyediakan tombol “hapus data pribadi yg sudah diupload” pada interface layanannya, apakah itu beneran terhapus? Kan bisa aja tombolnya cuman gimmick belaka, karena mengedit teks di tombol itu terbilang mudah.

Tulisannya pada tombol memang “hapus data pribadi”, namun bisa saja aksi tombol tersebut malah permanenkan data, atau bisa juga diam-diam dibackup dulu datanya sama oknum layanan internet sebelum dihapus untuk kepentingan dia.  ¯\_()_/¯

Saya sebelumnya juga sudah memberikan opini saya ini melalui sosial media Facebook melalui sebuah grup diskusi ilmu pengetahuan. Pada postingan opini saya tersebut memicu banyak reaksi dan komentar dari pada netizen.

Salah satu netizen berkomentar bahwa “kalau kita ngomongin privasi, kadang heran tidak ada yang pernah bahas GPS (sistem pelacak lokasi). Kenapa? Karena kita menggunakannya dan butuh. Dan tahu kalo anda protes harus ninggalin layanan map dari platform mana pun dan harus secara manual menanyakan jalan ke orang.”

Lebih lanjutnya dapat dilihat pada tangkapan layar di bawah ini.

Netizen lainnya juga memberikan komentar bahwa “semua data yang sudah diupload di internet tidak akan hilang datanya, sekalipun sudah dihapus. Bukan oleh media layanan tapi oleh penyedia internet itu sendiri.” Ujar netizen bernama Dhani Ansh pada postingan saya di grup facebook.

Ia juga menyebutkan ada 2 cara dalam mengatasinya, yaitu:
1. Jangan upload apapun
2. Percaya pada mereka (penyedia layanan internet)

Netizen lain bernama Akasha Karra menjawab komentar Dhani Ansh tersebut bahwa data-data yang kita sudah upload, bisa diperjual belikan, atau juga dijadikan rekam jejak kita sebagai media pelacakan.

Sebenarnya, masalah privasi ini sudah dijelaskan oleh layanan tersebut sebelum kita menggunakannya. Biasanya ketika mau menginstal aplikasi di komputer kita dihadapkan dengan EULA, perjanjian/kesepakatan menyetujui syarat dan ketentuan tertentu agar bisa menggunakan layanan tersebut. Yang dimana mau tak mau kita harus mau untuk menyetujuinya.

Pada perangkat smartphone seperti android, terkadang kita harus mengizinkan aplikasi untuk mengakses fitur tertentu (misalnya GPS, data internet, penyimpanan, dan juga lokasi) agar aplikasi tersebut bisa dijalankan. Adakah yang pernah secara sadar tahu mengapa mereka meminta untuk akses fitur tertentu pada perangkat komputer maupun android? Jika orang-orang tersebut nggak tahu apa yang mereka (pihak layanan) lakukan, itu bisa jadi jebakan, terutama jika di dalamnya ada hal terkait privasi yang kita setujui. Namun sejatinya, pihak penyedia layanan itu sendiri juga telah menyetujui ketentuan pembuatan/pendirian layanannya kepada yang lebih berwewenang. Sehingga seharusnya tidak ada istilah pelanggaran privasi.

Tidak semuanya data yang diolah oleh penyedia layanan ditujukan untuk hal yang mungkin buruk bagi kita. Ada juga data yang diolah atau diperjualbelikan kepada pihak lain yang dimana digunakan untuk keuntungan ke kita sendiri. Seperti iklan ke sesuatu yang lebih sesuai dengan yang kita butuhkan. Kemudahan administrasi, pembuatan akun dan lain sebagainya.

Karena perkembangan teknologi dan segala kemudahannya, saya merasa kedepannya masalah privasi bakal terabaikan sepenuhnya. Bahkan hanya untuk sekedar ganti baju, karena semua semakin mudah dan tentu juga akan banyak celah dari kemudahannya itu.

Semua kembali kepada diri kita sendiri. Bijaklah dalam menggunakan internet, pilih layanan yang menurut anda bisa anda percaya (aman) dan jangan sampai itu menjadi bumerang bagi diri anda sendiri. Pada intinya, jika menggunakan teknologi, masalah privasi sudah menjadi resiko. Kecuali anda mau hidup primitif di goa sana.

Gunakanlah internet dengan bijak dan jadilah netizen yang bijaksana 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com