July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Dinyatakan Lengkap, Kasus Perdagangan Satwa Kukang Di Agam Dilimpahkan Ke Kejaksaan

2 min read

Beritaagam.com-Lubuk Basung. Penyidik Satreskrim Polres Agam limpahkan kasus perdagangan satwa dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) yang menyeret HJ, (45 tahun) warga Lubuk Sikaping kabupaten Pasaman ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Agam.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan oleh penyidik Kamis (20/5/2021) setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa.

Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Fahrel Hariz SH mengatakan, Kasus ini bermula ketika HJ, (45) ditangkap dan diamankan oleh tim gabungan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Satreskrim Polres Agam di Pasar Bawan kecamatan Ampek Nagari kabupaten Agam, Rabu (24/03/2021) lalu.

HJ diamankan ketika membawa dan akan memperniagakan satwa langka dan dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) sebanyak dua ekor.

“Awalnya satwa yang terancam punah itu dibawa dari Lubuk Sikaping kabupaten Pasaman menuju ke kabupaten Agam untuk dijual kepada pembelinya. Namun tindakan itu berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang mendapatkan informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Kasatreskrim, HJ sendiri sudah dipantau sejak tahun 2020, karena dicurigai terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi antar propinsi dengan modus menggunakan angkutan sewa travel yang digunakannya.

Bersama pelaku, petugas turut mengamankan dua ekor Kukang yang disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu, sepeda motor dan perangkat handphone yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

Saat ditemukan, kondisi satwa kukang sendiri sangat memprihatinkan, tersangka menempatkan dan meletakannya di dalam dua buah kotak bekas tempat bola lampu yang kecil dan sempit sehingga membuat kukang terlihat stres karena susah untuk bergerak.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Agam dengan sangkaan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

Sementara itu Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, Kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia. Sedangkan di internasional status konservasinya adalah terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.

“Saat ini barang bukti berupa dua ekor kukang sudah dititip rawatkan ke BKSDA dan nantinya akan segera dilepasliarkan ke alam kemudian ini perkara akan segera disidangkan di pengadilan negeri Lubuk Basung,” kata Ade.

(Han).

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com