September 28, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Gedung Cyber Tempat Bermacam Server Mengalami Kebakaran. Imbas Gangguan Pada Aplikasi Transaksi dan Sejumlah Layanan Berbasis Internet, Bahkan Game!

3 min read
Kebakaran Gedung Cyber 1. Sejumlah karyawan yang berada di gedung itu dievakuasi petugas.  Foto: iNews

Beritaagam.com – Kebakaran telah terjadi di Gedung Cyber 1 yang berada di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/11/2021).

Dikabarkan kebakaran terjadi di lantai 2 Gedung Cyber, pada pukul 12.34 WIB.

Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Dan 2 orang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Diduga korban meninggal akibat terlalu banyak menghirup kepulan asap karena terjebak di lantai 3 Gedung Cyber.

Proses evakuasi sejumlah karyawan yang berada di Gedung Cyber. Dua orang dilaporkan tewas


Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Mulat Wijayanto menyebutkan bahwa dua orang yang tewas itu adalah teknisi.

“Keduanya meninggal. Diduga karena menghirup asap saat kebakaran terjadi, bukan karena luka bakar.” Sebut Mulat saat dikonfirmasi pada waktu kejadian.

Mulat juga menjelaskan, kedua korban meninggal dunia itu terkonfirmasi atas nama Muhammad Redzuan Khadafi (18 tahun) dan Seto (18 Tahun).

Penyebab kebakaran Gedung Cyber 1, pada Kamis (2/12/2021) siang pukul 12.34 WIB masih diselidiki.

Namun kuat dugaan api muncul akibat adanya korsleting listrik.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Herbert Plider Lomba Gaol mengatakan kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek.

“(Kebakaran) diduga karena adanya hubungan arus pendek,” kata Herbert kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis petang.

Menurut Herbert berdasarkan hasil penelusuran sementara pihaknya titik api berasal dari lantai 3 Gedung Cyber.

“Ruangan server di lantai 3 yang terbakar,” ujar dia.

Dalam kebakaran ini seorang teknisi di gedung tersebut bernama Seto meninggal dunia.

Dugaan sementara, remaja 18 tahun itu meninggal dunia akibat sesak napas seusai menghirup banyak asap.

“(Korban) meninggal mungkin karena asap banyak sehingga mungkin akibatkan meninggal,” kata Herbert.

Herbert menuturkan, korban diduga terjebak saat terjadi kebakaran di lantai 3 Gedung Cyber 1.

“Dia sebagai teknisi, mungkin begitu lihat itu langsung bekerja dia mungkin lupa keluar. Nah petugas kita menyisir lalu ada ketemulah korban itu,” ujar dia.

Selain remaja tersebut, dua orang lainnya juga sempat terjebak saat terjadi kebakaran.

Namun, kedua orang itu berhasil selamat meskipun satu di antaranya sempat tak sadarkan diri.

“Satu atas nama Bagus 20 tahun, satu lagi memang pingsan langsung kita bawa ke rumah sakit. Jadi saat ini ada 3 orang yang sudah kita evakuasi,” ujar dia.

Saat ini, kobaran api sudah berhasil dipadamkan dan petugas tengah melakukan proses pendinginan.

Kebakaran tersebut menyebabkan gangguan pada sejumlah layanan berbasis internet

Kebakaran pada Gedung Cyber ini berdampak pada gangguan sejumlah layanan internet seperti web hosting seperti Niagahoster dan Rumahweb serta aplikasi transaksi/e-commerce seperti Shopee, bahkan game dan beberapa layanan lainnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari kompas.com dan berbagai sumber, hal tersebut karena Gedung Cyber itu sendiri merupakan salah satu lokasi penyimpanan server atau data center dari sejumlah perusahaan teknologi yang ada di Indonesia. Sehingga saat terjadinya kebakaran tersebut, sejumlah aplikasi dan layanan teknologi banyak mengalami gangguan.

Salah satu penyedia layanan web hosting yaitu Niagahoster mengumumkan gangguan tersebut melalui akun resminya.

“Karena sebagian besar network (jaringan) di Indonesia bergantung ke gedung tersebut, termasuk data center yang Niagahoster gunakan (DCI) sehingga menyebabkan gangguan server Indonesia untuk sementara,” tulis akun resmi Niagahoster.

Saya sendiri juga terkena dampak dari kebakaran ini ketika saya ingin menambah saldo shopeepay saya. Saya mencoba top-up melalui konter-konter seluler dan mereka semua mengatakan shopee sedang gangguan sehingga mereka tidak bisa mengisi saldo saya. Saya pun juga mengecek dari aplikasi shopee-nya itu sendiri dan memang benar, beberapa pilihan metode top-up sedang tidak tersedia. Salah satunya metode transfer bank yang digunakan pada konter seluler yang saya kunjungi.

Tidak sedikit perusahaan yang menggunakan Gedung Cyber sebagai tempat server, kantor dan pusat akses datanya. Diketahui perusahaan kecil hingga menengah juga menggunakan Gedung Cyber ini.

Di Gedung ini juga terdapat ruang kantor dan beberapa fasilitas untuk ditempati perangkat-perangkat jaringan dan internet, karena pada umumnya data center membutuhkan luas ruangan serta daya listrik yang besar.

Adanya sistem yang terstruktur, rapi, dan terkontrol dengan baik juga menjadi salah satu faktor pemilihannya sebagai tempat data center.

Selain itu, lokasi Gedung Cyber ini juga cukup strategis karena dekat dengan pusat bisnis di Jakarta. Dan di gedungnya juga terdapat kantin karyawan serta parkiran yang dibuat dengan konsep eco-friendly.  (MRA)

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com