July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Mendidik Pikiran Merdeka

3 min read
Ciptro Handrianto

Agam – Pikiran yang jernih akan menambah semangat hidup untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. Banyak hal yang bisa diperbuat dengan pikirannya itu sehingga keberadaannya lebih bermakna. Hatinya bersih dari berburuk sangka atas ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap dirinya dan memandang orang lain dengan penuh penghormatan. Ketajaman pemikiran akan melatih seseorang untuk bersikap kritis dan tidak mau dibodohi oleh informasi yang belum jelas juntrungannya.

Orang berpikir akan terus mengkaji ulang jalan yang ditempuhnya. Jika salah dia akan kembali ke pangkal jalan, dan sebaliknya jika nuraninya berkata benar berpantang balik ke belakang. Mereka tahu hakikat kehidupan, dari mana, sedang dimana, dan hendak kemana setelah hidup di dunia nan fana.

Orang yang tidak menggunakan pemikirannya, maka sama lah dia dengan orang gila yang tertawa melihat plastik terbang ditiup angin. Itu keadaan orang gila dalam hal sebenarnya. Tapi ada juga orang waras yang “gila”. Yaitu mereka yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya karena sikap tamak dan loba telah menguasainya. Sehingga daya pikirnya menjadi turun dan bertukar dengan naluri kebinatangan. Tidak kenal lagi mana yang punya orang mana yang menjadi hak dia. Sepak terjangnya merugikan orang lain, baik dalam skala kecil maupun dalam lingkup yang lebih besar.

Hamka dalam bukunya, Lembaga Hidup (hal. 20), menyatakan, “Kemerdekaan berpikir mesti diberikan negara kepada rakyatnya. Karena berpikir itu adalah keutamaan manusia yang utama bahkan pikiran itulah yang membedakan manusia daripada binatang, dan pikiran itulah yang menyebabkan manusia menjadi makhluk yang paling mulia di permukaan bumi ini, dan kenaikan mutu pikiran itu adalah  yang membawa masyarakat kepada kemajuan. Manusia tidak kuasa menanggali pikiran itu dari otaknya, kecuali orang gila.”

Negara tidak berhak memaksakan suatu doktrin kepada warganya karena itu merupakan pelecehan terhadap alam pikiran. Masyarakat memiliki hak untuk berbicara dan menyampaikan gagasan mereka dalam forum-forum atau tempat yang sepatutnya. Bisa saja mereka memberi kritikan tajam kepada penguasa, tapi dengan catatan, memiliki sumber data informasi yang kredibel dan bukan hoax.

Pemerintah yang bijak bukanlah menghambat pemikiran berupa kritik yang ditujukan kepadanya, melainkan memberikan ruang kepada mereka. Setelah itu pemerintah berhak pula memberikan klarifikasi atas apa-apa kritik yang ditujukan kepada mereka. Sehingga dinamika masyarakat cerdas akan terbentuk melalui diskusi dan penerimaan informasi yang berimbang. Bukan dengan cara membungkam mulut orang kritis dan menakut-nakuti mereka dengan jeruji besi.

Rakyat berhak untuk tahu apa yang sedang berlaku pada mereka dan pemerintah berkewajiban memberi informasi secara komprehensif untuk mendidik pola pikir rakyat. Tidak ada pihak yang boleh menyembunyikan informasi dengan tujuan ketenangan sesaat tapi menempah malapetaka di ujungnya. Salah satu contoh adalah pemerintah bersedia tampil di khalayak untuk ditanya dan berdiskusi, bukan bersembunyi di balik kursi menteri.

Selain kasus Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir, dunia global saat ini dipenuhi oleh informasi tak terbendung yang berseliweran di setiap layar gadget dan tablet anak muda. Koneksi internet juga turut membantu penetrasi suatu nilai-nilai dan pemikiran baru bagi masyarakat. Kebohongan tidak bisa disembunyikan lama karena akan terbongkar ketika tiba waktunya. Orang yang hari ini begitu bijak ternyata di masa lalu media sosialnya dipenuhi oleh caci maki, sumpah serapah, dan prilaku asusila. Seorang yang dikenal sebagai pendiam dalam kesehariannya, ternyata di dunia maya dia yang paling garang bersuara.

Kita dituntut untuk berpikir kritis dalam mencerna informasi yang tersedia di dunia maya. Perlu klarifikasi atas berita yang abu-abu atau masih dalam keadaan bersimpang siur keadaannya. Jangan sampai dunia maya menggiring kita pada upaya pelemahan pemikiran karena sudah terkontaminasi oleh doktrin-doktrin tertentu yang ditanamkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Teman diskusi dan bijaksana amat penting dalam hal ini. Kecerdasan dibangun dengan dialog dan diskusi, sehingga perspektif yang berlainan bisa dibicarakan dalam tatanan yang lebih dalam dan luas. Isu-isu yang merebak sangat dianjurkan untuk mendiskusikan di dunia nyata, agar rumusan pemikiran sehat terus terpelihara.

Oleh Ciptro Handrianto
Mahasiswa S3 Pedagogi di Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com