July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Peluang Konversi Bank Nagari Menjadi Syariah Bagi Ekonomi Sumbar 2021

2 min read

Beritaagam-Opini, Tahun 2020 akan segera berlalu, tetapi pandemi Virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Namun begitu life must go on, kehidupan ini harus terus berjalan. Apapun yang terjadi kita berharap perekonomian Sumbar tahun 2021 lebih baik dari 2020.

Pertumbuhan ekonomi Sumbar pada kuartal III mengalami minus 2,38 persen. Masih lebih baik dari nasional yang minus 3,49 persen. Persoalannya bukan karena rendahnya kinerja pemerintah provinsi tetapi memang kondisi global akibat pandemi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah dunia mengalami kontraksi hebat.

Perlu waktu untuk memulihkan ekonomi kedalam bentuk semula sebelum Covid. Perlu pula stimulasi dari pemerintah daerah dan juga wakil rakyat dalam hal regulasi agar rantai kemiskinan akibat covid dapat segera diputus.

Program kerja Gubernur terpilih yang akan membari ruang sebesar-besarnya untuk UMKM perlu direalisasikan dengan memberikan akses permodalan yang tidak ribet dari perbankan. Jika produksi menggeliat, maka akan tumbuh distribusi, akan tumbuh lapagan pekerjaan. Konsumsipun dengan sendirinya akan meningkat.

Baca juga: Mendidik Pikiran Merdeka

Wacana konversi Bank Nagari menjadi Syariah menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak dalam kondisi seperti ini menginggat keyakinan sebagian besar masyarakat Sumbar akan adat basandi syara,’, syara’ basandi kitabullah. Dengan konsep Syariah yang diterapkan Bank Nagari kelak akan memberikan keyakinan bagi masyarakat khususnya UMKM untuk mengakses permodalan dari perbankan. Sehingga pelaku UMKM tidak lagi ragu akan kehalalan pinjaman yang meraka lakukan terhadap perbankan.

Perubahan konsep bank konvensional menjadi bank Syariah telah dilakukan oleh BPD Aceh dan BPD NTB. Kedua provinsi itu memiliki masyarakat yang sebeagian besar adalah Muslim, sama halnya dengan Sumbar. Sehingga konversi bank Nagari menjadi sayariah lebih memberikan kepastian keamanan dari sisi Syariah bagi pelaku usaha untuk menjalankan dan mengembangnkan usahanya.

Total asset Bank Nagari per 30 September sebesar Rp.26,73 trilyun. Jumlah ini naik 9.41% dari tahun 2019. Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp.21.8 trilyun dan kredit yang disalurkan mencapai Rp.17.58 trilyun. Dalam kondisi sulit seperti sekarang ini Bank Nagari masih bisa menunjukkan performa dirinya. Jika perubahan menjadi bank syariah sudah diberlakukan, diperkirakan, total asset, dana yang dihimpun dan kredit yang disalurkan dapat meningkat.

Selain kemudahan akses permodalan dari perbankan, kemudahan birokrasi mengenai perizinan menjadi sebuah kemestian. Jika diperlukan, departemen terkait bisa bekerja sama dengan kelurahan menjemput bola mendata usaha perorangan agar dapat dibina dan diberi pelatihan agar usaha perorangan ini dapat ditingkatkan kelasnya.

Selain menjemput bola langsung ke masyarakat, dinas terkait juga bisa melakukan penetrasi ke kampus-kampus khususnya kepada calon alumni. Memberikan mereka informasi berkaitan dengan regulasi dan permodalan yang dapat mereka akses dengan mudah. Termasuk meyakinkan mereka bahwa dengna membuka usaha sendiri, mereka turut membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kolaborasi pemerintah, perbankan dan masyarakat ini akan membuat siklus perekonomian akan bergerak dengan lincah. Semoga perekonomian Sumbar 2021 menjadi lebih baik dengan konversi Bank Nagari dari konvensional menjadi Syariah.

Oleh : Yesi Elsandra
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
.

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com