July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Pengangkatan Keramba di Danau Maninjau Akan Segera Dilakukan

2 min read

Beritaagam.com-Maninjau. Keramba di Danau Maninjau bakal ditertibkan dalam waktu dekat. Hal ini lantaran revitalisasi Danau Maninjau yang ditaksir menelan biaya sekitar Rp 237 miliar, dijadwalkan pelaksanaannya Juni ini. Pemulihan bakal dimulai dengan mengangkat Keramba Jaring Apung (KJA) ”tak bertuan” atau tidak jelas pemiliknya.

Wagub memprediksi berdasarkan konsumsi pakan, jumlah KJA yang aktif itu hanya sekitar 7-8 ribu, dari total 17.400 unit keramba di Danau Maninjau itu. Dia meyakini bahwa dalam proses penertiban itu akan timbul potensi masalah sosial, karena itu perlu langkah-langkah konkret guna meredam dan mencarikan solusinya sejak awal.

Salah satu alternatif yang menjadi kesepakatan adalah alih sumber ekonomi bagi masyarakat pemilik keramba di selingkar danau. Perlu ada maping yang jelas terhadap pemilik keramba ini ”by name by adress” agar penanganannya disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda menyebut, berdasarkan data yang tersedia sementara jumlah keramba di Danau Maninjau yang tidak aktif sekitar 40 persen dari total keramba yang ada. ”Diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 2,3 miliar untuk mengangkatnya keluar dari danau. Anggaran tersebut dibebankan pada Kabupaten Agam yang memiliki kewenangan di bidang budi daya ikan,” katanya.

Bupati Agam Andri Warman menyebut, pihaknya sudah menggelar rapat dengan semua pihak terkait dan menjadwalkan gotong royong sambil mengangkat KJA yang terbengkalai dan tidak punya pemilik, sekaligus menverifikasi data pemilik KJA. ”Saat ini data pemilik KJA itu sudah selesai diverifikasi pada empat nagari, sementara empat nagari lagi masih dalam proses. Diharapkan sebelum 16 Juli, semua data itu sudah selesai diverifikasi untuk disinkronkan dengan data Pemprov Sumbar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan Danrem 032/WBR Brigjen TNI Arief Gajah Mada mengingatkan agar bijaksana dalam mengambil langkah-langkah dalam penertiban keramba di Danau Maninjau agar tidak menimbulkan konflik.

Menteri akan memantau progress yang dicapai dalam setiap tahapan dan langkah yang telah disepakati tersebut. ”Setiap bulan beliau akan minta update apa yang sudah dilakukan,” ingatnya. Ia mengatakan, menteri sudah meminta LIPI untuk membukukan hasil kajian tentang Tata Kelola Danau Maninjau. Kajian itu akan menjadi salah satu acuan dalam revitalisasi. Salah satunya dengan mengakat keramba di Danau Maninjau.

Salah satu hasil kajian itu adalah pengurangan KJA itu direkomendasikan minimal 83 persen dari total. Jadi, kemungkinan hanya akan diizinkan sebanyak 2 ribuan KJA ke depannya.

Dalam rakor itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PUPR bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam diminta agar segera mengalokasikan anggaran revitalisasi Danau Maninjau untuk penyedotan sedimentasi Rp 237 miliar.

Hal ini juga menjadi salah satu masukan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) terkait revitalisasi Danau Maninjau. Terdapat 10 poin masukan dari Menkomarves Luhut B Pandjaitan yang disampaikan dalam rakor tersebut. Di samping menyiapkan anggaran Rp 237 miliar, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Polda Sumbar, Korem, serta Kejati agar berkoordinasi membuat lini masa penertiban keramba di Danau  Maninjau yang tidak berizin, mulai akhir Juni ini.

Masukan lainnya adalah pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengimplementasikan budidaya perikanan darat, serta pengembangan desa wisata kawasan Danau Maninjau.

*Kontributor

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com