July 2, 2022

Berita Agam

Kabar Terbaik Untuk Anda

Tradisi Manambang Dan Hal Yang Sering Dilakukan Anak-Anak Ketika Lebaran Tiba

3 min read

Beritaagam.com-Lubuk Basung. Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan. Pada hari itu seluruh kaum muslimin akan bergembira karena sebulan penuh perjuangan menahan hawa nafsu di bulan Ramadhan.

Dalam penyambutannya biasanya dilaksanakan secara besar-besaran bahkan menjadi tradisi unik di setiap daerah.

Pada umunya selesai melaksanakan shalat Id. seluruh anggota keluarga akan berkumpul, bersalam-salaman, anak kepada orang tua, adik kepada kakak, kepada paman bibi bahkan sanak saudara lainnya.

Nah, hal itulah yang ditunggu anak-anak, momen saling memaafkan ini tidak sekedar bersalam dan meminta pengurangan dosa namun akan ada yang namanya salam tempel atau mendapat tunjangan hari raya.

Tidak sampai disitu saja, di Sumatera Barat, ada satu tradisi unik yang biasanya dilaksanakan ketika hari raya tiba yaitu tradisi “manambang”. Selain bersalam-salaman bersama anggota keluarga, anak-anak ini akan datang bergerombol kerumah tetangga dan sanak saudara lainnya.

Segerombolan anak-anak ini nantinya akan bersilaturahmi ke rumah warga sekitar dengan harapan juga mendapat uang lebaran atau tunjangan hari raya dari si pemilik rumah.

Pengalaman ini juga penulis rasakan saat berusia anak-anak. bahkan ketika sudah memasuki usia remaja masih melakukannya, namun terbatas pada rumah saudara-saudara yang dianggap cukup dekat atau berkunjung bersama orang tua.

Dalam tradisi manambang, biasanya anak-anak bergerombol tanpa didampingi orang dewasa, mereka akan datang antara 2 sampai 5 orang. Mereka akan berkunjung, memberi salam kepada pemilik rumah lalu disuruh masuk dan disuguhi sirup dan kue-kue lebaran. Setelah waktu berkunjung dirasa cukup, segerombol bocan ini akan berpamitan dan saat keluar rumah mereka diberi uang pecahan kecil masih baru oleh pemilik rumah

Hal inilah mungkin menjadi salah satu pemicu ketika lebaran tiba, banyak masyarakat yang melakukan penukaran uang baru mulai dari pecahan kecil hingga besar untuk dijadikan uang tunjangan hari raya.

Biasanya, berbagai startegi dilakukan anak-anak ini saat manambang, mereka memiliki berbagai cara agar bisa memenuhi kantong dengan uang pecahan kecil.

Salah satunya adalah jangan menggunakan sepatu saat manambang. Memakai alas kaki yang satu ini dirasa sangat menyita banyak waktu jadi dianggap sangat tidak efektif saat bertamu.

Moment beberapa hari seluruh tetangga menjadi sangat baik ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Dalam prinsipnya semakin banyak rumah yang bisa dikunjungi maka semakin banyak pula THR bisa dikumpulkan jadi diperlukan gerak cepat dan efesien.

Hal yang tidak kalah penting saat manambang adalah memakai celana yang memiliki banyak saku.

Memakai celana yang memiliki banyak saku saat manambang sangatlah membantu, selain bisa menyimpan banyak uang, biasanya saku-saku ini juga dipergunakan anak-anak untuk menyimpan kue yang dirasa sangat enak saat bertamu kerumah warga, makanan ini nantinya akan disantap sebelum sampai ke rumah tetangga lainnya

Namun, aksi konyol itu harus dilakukan secara hati-hati, sebab jika diketahui tuan rumah, ini bisa menjadi aib yang akan ditanggung hingga dewasa.

Selanjutnya, saat manambang satu rombongan jangan lebih dari 3 orang. Ini penting diketahui, jika manambang dalam jumlah besar, biasanya pemilik rumah akan mengurangi jatah nominal uang yang diberikan. Satu anak biasnya diberi Rp 2ribu, namun, jika datang lebih dari 3 orang akan dikurangi, Bisa jadi Rp 1000 per anak atau uang pecahan Rp 5ribu di bagi rata.

Akan tetapi perlu diingat, moment manambang ini acapkali menjadi ajang penilaian bagi anak-anak. Siapa yang memberi uang dengan nominal besar akan dianggap baik namun jika kecil dicap pelit.

Terakhir, jangan terlalu banyak memakan kue yang dihidangkan. Hal kecil ini tentunya tanpa sadar menjadi perhatian tuan rumah, terkadang ada beberapa jenis minuman atau kue dianggap sangat enak sehingga tanpa sadar ingin selalu memasukkannya ke mulut.

Katakanlah itu seperti kacang tojin, kue bawang atau kuliner yang berbahan cokelat, hal ini tentunya sangat disukai anak-anak, bahkan saat bertamu mereka tanpa sadar membuat tempat kue dalam waktu singkat sudah menjadi kosong.

Selain itu terlalu banyak memakan kuliner tersebut bisa berpengaruh terhadap kesehatan, tidak jarang beberapa hari lebaran anak-anak banyak yang sakit perut, batuk dan demam.

Nah, itulah cara unik yang sering dilakukan anak-anak selama manambang. Hingga saat ini tradisi ini masih dilaksanakan di beberapa daerah, seperti di Padang, Padang Pariaman, Agam, pesisir Selatan dan daerah lainnya.

(Han)

Copyright © All rights reserved. |

Beritaagam.com